Tampilkan postingan dengan label HISTORY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HISTORY. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juli 2013

sebuah kisah nyata inspiratif [[ MUST READ ]]

Posted On Senin, Juli 15, 2013 by Unknown 0 komentar

Ini sebuah kisah nyata inspiratif, memiliki cara berpikir positif atas segala hal sehingga menghasilkan "buah" yang manis di kemudian hari.
Foto ilustrasi (tniedcnie.blogspot.com)


Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an....

Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.

Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: "Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur" Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.

Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.

Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah karena aku pekerja rendahan,sedangkan mereka insinyur ? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka?

Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan "SIKAP POSITIF" . Muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya.

Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang kenegerinya dan bekerja sebagai insinyur.

Kini ia sudah menaklukkan ”rasa sakit”nya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain. Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.

Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya. Suatu hari insinyur tersebut datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; "Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu"

Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: "Aku ingin berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini."

Kini sikap positfnya sudah membuahkan hasil, lalu apakah ceritanya sampai di sini?

Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab.

Tahukan kamu apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company)perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilakn 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.

Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.

Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi.
Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi hal yang positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia.


Minggu, 07 Juli 2013

Ternyata Ada Manusia Yang Hidup di Dalam Tanah !!

Posted On Minggu, Juli 07, 2013 by Unknown 0 komentar

Weekly World News telah mengungkapkan tentang penemuan mengejutkan mengenai satu kaum primitif yang di panggil Mole People hidup 20 mil di bawah tanah, menggunakan terowong rahasia untuk memasuki USA! Penemuan ini telah dibuat bukan oleh ahli arkeologi, tetapi oleh saintis NASA yang menggali jauh ke dalam Bumi - dan mereka mencoba menyembunyikan keberadaan kaum ini dari pengetahuan publik.



Seorang pekerja NASA yang tidak mau disebut telah mengungkapkan gambar-gambar eksklusif and informasi mengenai kaum 'orang gua' ini. "Berita ini harus diberitahu," katasumber itu. "ini terlalu besar untuk disimpan". Sumber itu telah mengungkapkan beberapa rahasia besar mengenai Mole People. "Mereka tampak ramah", beliau berkata, "Tetapi mereka amat primitif. Kami mencoba berkomunikasi dengan mereka, tetapi sangat susah karena mereka tidak bisa bahasa inggris ".

"Mole People, sebagaimana yang kami panggil", kata sumber itu. "Dengan demikian, Mantan President Bush mengendalikan situasi ini dengan penuh hati-hati. "Jikah salah langkah bisa mengakibatkan makhluk ini untuk menyatakan perang dengan manusia di atas. Kami tidak tahu pasti berapa jumlah mereka ini. Kami baru melihat satu kota sejauh ini, dengan perkiraan 2000 orang Mole tinggai di situ. "Tetapi ada pihak yang menyatakan bahwa mungkin jutaan orang Mole tinggal di kota-kota bawah tanah, bertebaran di bawah muka Bumi".



Makhluk Menyeramkan Di Bawah Tanah itu memiliki beberapa persamaan dengan manusia - dan juga sedikit perbedaan. "Seperti kita, mereka berjalan dengan dua kaki, tetapi mereka jauh lebih tinggi dari manusia biasa - setinggi 8 ke 10 kaki tinggi. Jari-jari mereka seperti kuku binatang. Dan tangan mereka berselaput, dirancang untuk menggali." "Kulit mereka sangat kuat. Itu untuk menahan panas yang sangat di bawah Bumi ". "Dapat diamati bahwa terdapat hubungan dan interaksi di antara manusia dengan makhluk ini suatu ketika dahulu - mereka bercakap di dalam bahasa yang hampir sama dengan dialek Navajo Lama. Sumber itu juga menyatakan bahwa kaum Mole ini mempunyai sistem otot-otot yang sangat besar, membuat mereka mampu bertindak ganas.

Kekuatan mereka 5 kali lipat lebih besar ketimbang manusia "Ada seorang anggota ekspedisi itu menyalakan rokok, kaum Mole menganggap itu sebagai satu ancaman dan terus menyerangnya". "Mereka mencakar dan menyerang orang tersebut bagaikan kucing hutan. Untungnya dia selamat dan dapat bertahan hidup dari insiden itu "

Kaum Mole Yang Menyeramkan amat berminat dengan dunia atas muka Bumi - pakaian, peralatan dan makanan terutama. Mereka sangat menyukai buah-buahan segar. "Saya berikan mereka sedikit anggur, dan mereka sangat bergembira", menurut kata sumber. "Amat jelas mereka tidak bisa menanam buah-buahan mereka sendiri, melihat keadaan mereka yang tinggal 20 mil di bawah muka Bumi". NASA amat berminat untuk mempelajari kaum Mole. "Kami ingin tahu segala-galanya mengenai mereka - apa yang mereka makan, bagaimana mereka tinggal dan yang paling penting, apakah hubungan mereka dengan kaum manusia". "Kami tertanya-tanya jikalau mereka itu ada kaitan dengan manusia di dalam aspek-aspek tertentu. Apakah mereka adalah nenek moyang manusia modern hari ini secara genetis? " Pakar berkata terdapat spekulasi yang beragam mengenai kaum Mole. "Mereka boleh jadi apa saja, dari Yetis (Bigfoot), makhluk asing dari angkasa atau sisa orang yang selamat dari kota Atlantis Yang Hilang. Pakar juga berkata penemuan ini telah menimbulkan beberapa tanda tanya.

Apakah makhluk itu musuh dan suka berperang ataupun peramah yang bisa diajak bekerjasama? Dan bagaimana dengan minyak dan penyimpanan mineral di bawah Bumi? Siapa yang memiliki mereka: kaum Mole atau kita? Bagaimana dengan NASA dimana misi asalnya adalah untuk meneliti ruang angkasa - telah menjumpai kaum yang hidup di bawah muka Bumi?. Setelah menerima tekanan hebat dari wartawan, juru bicara White House menjanjikan informasi yang dibenarkan oleh White House untuk disebarkan. Tetapi beliau telah memberi peringatan "mungkin tidak untuk waktu yang dekat". Menurut sumber itu, NASA menjumpai kaum bawah tanah itu dalam bulan Agustus ketika sedang menjalankan proyek rahasia yang di beri nama Operation Mole Hole - satu inisiatif dimana wartawan sekarang percaya ia mungkin untuk memata-matai China, menggunakan "teknologi bawah tanah".



Sejauh ini NASA telah menemukan pintu rahasia ke dunia bawah tanah di sekitar Washington State's Mount Shasta, gua Mammoth di Kentucky dan juga gua-gua yang bertebaran sekitar barat daya US mengikut kata sumber. Berabad lamanya manusia telah bercerita tentang keberadaan makhluk di bawah muka Bumi. Sekarang, untuk pertama kalinya, spekulasi itu telah dibuktikan kesahihannya. Tetapi apakah makhluk-makhluk ini kawan ataupun lawan masih tidak diketahui.


Rabu, 29 Mei 2013

Inbox: Sky Watcher dan foto formasi awan-awan langka dari Maluku

Posted On Rabu, Mei 29, 2013 by Unknown 0 komentar

Salah satu pembaca enigma, Ryan Poex, dari Maluku mengirimkan foto-foto awan yang luar biasa berikut ini. Postingan ini untuk kalian yang menyukai awan.
Ryan adalah seorang sky watcher. Ia suka mengamati langit dan ketika menemukan sesuatu yang luar biasa, ia akan mengambil kamera dan mengabadikannya. Hasilnya luar biasa. 

Formasi-formasi awan yang didapat oleh Ryan sendiri akan jarang kalian jumpai. Bahkan ada beberapa formasi yang belum pernah saya lihat seumur hidup. 
Di Jakarta, jika kita melihat ke langit dan menemukan formasi awan yang indah, seringkali perasaan akan keagungan itu terasa kurang sempurna. Berbeda jika kita tinggal di kaki gunung yang indah. Suasana pegunungan ditambah dengan formasi awan yang unik memberikan perasaan bersyukur yang hikmat.
Lihat saja foto-foto berikut ini:
Foto berikut diambil di kota Ternate pada tanggal 8 April 2009. Awan yang luar biasa ini muncul di atas Gunung Gamalama pada pukul 05:20 pagi. Apa yang membuat kita berdecak kagum adalah kondisi awan tersebut yang diselimuti oleh cahaya terang menyilaukan. 
Saya tahu, imajinasi kalian akan bergerak dengan liar. Mungkin itu bukan awan. Mungkin itu sebuah pesawat induk alien yang sedang turun menuju markasnya di dalam kawah Gunung Gamalama.
Beberapa menit kemudian, cahaya terang di sekitar awan itu menyebar, semakin menyilaukan.
Pada pukul 05:40, cahaya terang yang tersebar itu lenyap dan sekarang hanya terlihat menyelimuti gumpalan awan berbentuk telur.
 
Dalam hati, mungkin saya juga berharap kalau awan itu sebuah pesawat induk alien. Namun gumpalan awan berbentuk telur itu bukan pesawat induk, melainkan awan Lenticular atau Altocumulus Standing Lentucularis. Orang yang melihatnya memang sering mengiranya sebagai UFO. 
Awan Lenticular ini memiliki bentuk seperti sebuah piringan yang unik karena dibentuk oleh pola angin  pegunungan. Angin kencang yang datang dari sisi gunung akan terinterupsi dan menyebabkan tiupan angin naik ke puncak gunung. Ketika angin tersebut melampaui puncak, terbentuklah awan yang berbentuk lensa itu. 

Pada beberapa kasus, awan lenticular ini bisa hanya berbentuk telur di atas gunung dan pada kasus lain ia bisa bertumpuk-tumpuk membuat lapisan-lapisan lensa seperti kue pie. Contohnya seperti awan Lenticular di atas Gunung Fuji berikut ini:

Kalian bisa melihat beberapa awan lenticularis lain disini.
Foto lain yang dikirim oleh Ryan adalah yang berikut ini. Ia mengambilnya di Gunung Maitara, juga di Maluku.
"Awan yang ini diambil pada tanggal 28 desember 2011. Saya mengambilnya karena tertarik sekali melihat Gunung Maitara diselimuti awan dengan bentuk yang pas dan sangat menarik dilihat."
Foto di atas diambil pada pukul 08.45 pagi. 
Ketika saya melihat foto awan ini, saya hanya bisa memikirkan satu kata:Mystical

Gunung itu terlihat begitu misterius sehingga saya tidak akan heran jika ada kerajaan misterius sejenis Shambhala di sana. Who knows....
Back to topic, awan yang menyelimuti Gunung Maitara ini lebih sukar teridentifikasi. Saya mencoba menanyakan nama awan ini kepada dua orang meteorolog dan keduanya memberikan jawaban yang tidak pasti. Mereka mengatakan kalau awan itu bisa jadi lenticular atau bisa juga sejenis awan rendah (Stratus).
Jika kita melihat pada foto kedua, kita bisa melihat lapisan awan berbentuk lingkaran menyelimuti bagian atas gunung tersebut. Dengan kata lain, awan ini kemungkinan besar memang awan Lenticular. Mirip dengan awan Lenticular yang terlihat di Gunung Klyuchevskaya Sopka di Rusia Timur berikut ini.


Foto menarik lain yang diambil oleh Ryan adalah berikut ini.
"Awan yang ini diambil pas tanggal 08 Januari 2012. Awan ini cukup menarik karena menutupi langit dengan indah. Jika dilihat di gambar kedua sebelah kanan ada dua objek yang terbang diatas langit. Menurut saya, yang di atas seperti jamur terbang :D dan dibawahnya seperti ikan terbang (imajinasi berlebihan)."
Formasi awan seperti ini juga cukup langka. Langit dipenuhi oleh awan berpola seperti sisik dan ditengahnya ada sebuah lingkaran cahaya, terlihat seperti sebuah vortex atau pintu dimana seorang malaikat akan muncul. 
Awan ini gampang diidentifkasi. Polanya yang sangat unik jelas menunjukkan kalau awan ini adalah Altocumulus Translucidus.
Jika ada kata "Alto" pada nama sebuah awan, artinya awan itu berada di ketinggian menengah (6.000 - 20.000 kaki). Jika awan itu di atas 20.000 kaki, maka nama depannya adalah Cirrus. Jika berada di bawah 6.000 kaki, tidak ada nama awalan yang khusus. Namun awan dengan ketinggian ini diberi namastratus atau cumulus, tergantung jenisnya.

Awan Altocumulus ini terbentuk dari tetesan air dan terlihat seperti bongkahan-bongkahan putih dan abu-abu yang menutupi langit. Istilah "translucidus" di nama belakangnya menunjukkan bahwa satu bagian dari langit yang dipenuhi awan itu memiliki celah yang memampukan cahaya matahari melewatinya (Translucent).  
 
Oh iya, jika kalian penasaran dengan dua objek terbang yang dimaksud Ryan, ini dia yang dimaksudnya.
Apakah kedua objek itu UFO? Mungkin tidak. Dugaan saya, dua objek hitam tersebut kotoran yang menempel pada lensa kamera atau objek umum yang lewat ketika foto tersebut diambil. Sangat sering terjadi dan seringkali disalahtafsirkan sebagai UFO.
Foto berikutnya, luar biasa. Dan pada salah satunya juga ada objek terbang yang misterius.
"Jadi begini bro, pada hari Minggu tanggal 11 Desember 2011, saya sedang berjalan-jalan sore sekitar jam 4, lalu saya melihat ke langit ada awan-awan yang menurut saya tidak pernah saya lihat seumur hidup saya. Lalu saya langsung memotret awan-awan ini. Di salah satu kiriman saya, bisa bro liat foto objek yang saya maksud sudah saya bulatkan. mohon pendapatnya bro, Terimakasih."
Awan luar biasa seperti yang terlihat pada foto di atas adalah Mammatus atauMammatocumulus. Kita bisa mengenalinya dengan gampang dari polanya yang terlihat seperti gumpalan-gumpalan bulat menutupi langit (Atau seperti bisul - terserah bagaimana kalian mengasosiasikannya). Awan jenis ini biasanya dikaitkan dengan cuaca buruk.

Banyak hipotesis yang diajukan untuk menjelaskan bentuknya yang aneh. Menurut DR. Forbes, Mammatus tercipta ketika es kristal jatuh dari bagian atas awan Cumulonimbus. Ketika jatuh, es kristal itu kemudian berubah menjadi uap air dan menyebabkan lingkungan sekitarnya menjadi dingin. Udara dingin itu kemudian "jatuh" mendorong awan ke bawah sehingga menyebabkannya berbentuk seperti kantong-kantong yang melembung ke bawah. 

Kalian bisa melihat bentuk awan mammatus lainnya disini.

Dan objek yang dimaksud oleh Ryan adalah ini.  

Saya pribadi menganggap kasus ini sama dengan dua objek di foto sebelumnya walaupun saya akui akan mustahil untuk bisa mengidentifikasinya dengan tepat.

Foto lain yang diambil pada hari yang sama merupakan foto awan yang sangat spektakuler. 

Awan seperti ini terlihat seperti sebuah orkestra, seakan-akan secara serentak, entah dengan cara bagaimana, sekumpulan awan ditiup dan naik membentuk jamur atau ubur-ubur. Dan memang itulah namanya, awan ubur-ubur atau Jellyfish cloud atau Altocumulus Castelanus. Nama tentakel yang menjuntai ke bawah disebut "trailing virga" dan ia terbentuk akibat tetesan air hujan yang sudah menguap.

Awan seperti ini muncul ketika udara lembab naik dari arus air di teluk dan terperangkap di antara udara kering. 

Kalian bisa melihat bermacam-macam bentuk awan ini disini.

Awan semacam ini pernah membuat heboh tahun 1975 ketika muncul di Denmark. Saya pernah memposting masalah ini sebelumnya dan kalian bisa membacanya disini: Misteri fenomena UFO Viborg.


Untuk mempermudah kalian mengenali bentuk-bentuk awan, mungkin gambar di bawah ini bisa membantu.

Siapa tahu diantara kalian ada yang tertarik menjadi sky watcher dan siapa tahu juga apa yang akan kalian dapatkan ketika kalian sedang mengamat-amati langit yang misterius...

Referensi:


Bridgewater Triangle yang Misterius

Posted On Rabu, Mei 29, 2013 by Unknown 0 komentar


Di dunia yang penuh misteri ini, ada wilayah yang menjadi tempat penampakan-penampakan bigfoot, ada wilayah yang menjadi tempat penampakan monster air. Ada wilayah yang menjadi tempat penampakan UFO dan alien. Lalu.. ada Bridgewater Triangle. Di tempat ini, misteri UFO dan Cryptozoology bertemu. 
Lokasinya berada di selatan Massachusetts, tidak jauh dari tempat tinggal Lizzie Borden, sang pembantai legendaris. Luasnya kurang lebih 200 mil persegi dan berpusat pada sebuah rawa. Kelihatannya tidak ada yang menarik di lokasi ini, namun bagi para peneliti fenomena paranormal, tempat ini merupakan sebuah objek studi yang menarik. 
Bridgwater Triangle masuk ke dalam peta dunia paranormal ketika Loren Coleman, seorang Cryptozoologyst, menulis buku "Mysterious America" pada tahun 1983. Ia menceritakan bagaimana selama ratusan tahun, lokasi ini menjadi gudang penampakan-penampakan aneh. 
Mungkin itu juga yang menyebabkan penduduk dari suku Indian Wampanoagmemberi nama rawa di tengah segitiga ini "Hockomock" yang berarti "Tempat dimana roh-roh berdiam". Sedangkan nama yang diberikan masyarakat koloni Inggris di sekitar tempat itu adalah "Rawa Setan". 
Seharusnya kalian sudah mulai bergidik sekarang. 
Tunggu sampai kalian mendengar fenomena apa yang ada di wilayah itu. Kalian hanya perlu menyebutnya. Apakah itu UFO, ataukah Bigfoot, Pterodactyl, mutilasi ternak, ukiran-ukiran aneh tidak terpecahkan, ular misterius, kutukan indian, ritual satanic, pembunuhan ala Jack the Ripper atau cahaya-cahaya aneh. Semuanya pernah dilaporkan muncul di Bridgwater Triangle.
Salah satu wilayah yang masuk ke dalam Bridgewater Triangle adalah kota Freetown dan Fall River. Pada tahun 1979, di dalam hutan lebat yang menjadi bagian kedua kota tersebut, tiga wanita muda ditemukan tewas termutilasi dengan tengkorak hancur. Tiga wanita ini ternyata pekerja seks di kota Fall River. 
Pihak kepolisian yang menyelidiki kasus ini kemudian menemukan unsur ritual satanic dalam pembunuhan sadis tersebut dan tiga tersangka belakangan ditangkap dan dijatuhi hukuman. 
Di wilayah itu juga, di dekat sungai Taunton, terdapat sebuah batu yang disebut Dighton Rock. Batu ini memiliki inskripsi aneh di permukaannya yang hingga kini belum diketahui maknanya. 
Beberapa orang menduga kalau inskripsi tersebut mungkin dibuat oleh suku asli wilayah Massachusetts. Spekulasi lain bermacam-macam. Ada yang menyebutkan kalau inskripsi itu buatan Norse, Portugis, orang Finisia atau bangsa Cina. Yang pasti, batu besar seberat 40 ton ini telah menambah aura misteri di lokasi ini.
Peristiwa-peristiwa misterius di Bridgewater Triangle kebanyakan dilaporkan setelah tahun 1970. Namun fenomena tidak terjelaskan di wilayah ini telah dimulai sejak berabad-abad lampau, bahkan sejak negara Amerika Serikat belum berdiri. 
Misalnya, pada tanggal 10 Mei 1760, para penduduk di daerah itu melihat sebuah bola cahaya bersinar terbang melayang di langit. Bola misterius tersebut mengeluarkan cahaya yang sangat terang seperti matahari dan bisa dilihat oleh penduduk Bridgewater dan Roxbury. Setelah peristiwa tersebut, penampakan serupa terus dilaporkan hingga sekarang. 
Pada malam Halloween tahun 1908, UFO kembali terlihat. Saat itu, dua penduduk sedang berjalan pulang ketika mereka melihat cahaya seperti lantera raksasa di langit. Cahaya itu melayang sekitar 40 menit di udara. 
Pada tahun 1968, lima orang mengaku menyaksikan sebuah bola cahaya aneh melayang-layang diantara pepohonan di wilayah Rehoboth. 
Pada tahun 1976, dua UFO terlihat mendarat di jalan Rute 44 dekat Taunton. 
Pada tahun 1999, Courtney Cullen menyaksikan UFO di dekat danau Nippenicket, dekat rawa Hockomock. 
"Tiba-tiba ada suara kencang. Lalu ada cahaya di udara. Tidak berwarna, hanya cahaya terang. Cahaya itu turun dengan cepat ke arah rumah di belakang tempat kami berada. Dan ketika ia terlihat seperti akan menabrak rumah tersebut, ia berbelok dan dengan kecepatan luar biasa menghilang begitu saja.
Bukan hanya cahaya misterius dan benda terbang aneh yang menyukai wilayah ini. Pada tahun 1970, laporan masuk ke aparat setempat mengenai penampakan seekor monster setinggi 2 meter dan berbulu seperti gorilla. Sebuah deskripsi yang serupa dengan Bigfoot
Pihak kepolisian segera menyusuri lokasi untuk mencari keberadaan monster tersebut. Namun tidak menemukan apa-apa. 
Peneliti paranormal Joseph M. DeAndrade mengklaim juga pernah menyaksikan makhuk seperti itu pada tahun 1978. Ia menyaksikannya sedang berjalan dengan pelan menuju pepohonan di rawa Hockomock. DeAndrade menceritakan kesaksiannya pada buku yang ditulisnya tahun 1997, Passing Strange: True Tales of New England Hauntings and Horrors. Saat itu usia DeAndrade 24 tahun dan ia sedang berdiri di tepi Clay Banks, sebuah kolam dekat rawa. 
"Aku sedang berdiri disana, dan karena satu alasan, aku menoleh. Pada jarak sekitar 200 yard ada makhluk itu. Well, aku tidak tahu persis makhluk apa itu. Seluruh tubuhnya berbulu berwarna coklat seperti campuran manusia dan kera. Ia sedang berjalan masuk ke dalam hutan. Tapi aku tidak berdiri mematung untuk menyaksikan kemana ia pergi. Aku lari ke arah jalan raya." 
Sekitar tahun 1983, John Baker, seorang veteran, sedang berkano menyusuri rawa Hockomock sendirian. Saat itu malam hari. Sementara menikmati aktivitasnya, tiba-tiba John mendengar suara gemerisik di balik pepohonan. Lalu, ia terdiam. Beku karena rasa takut. John melihat satu makhluk besar berbulu masuk ke air hanya berjarak beberapa meter darinya. 
"Aku tahu ia bukan manusia karena ketika makhluk itu melewatiku, aku bisa mencium baunya." Kata John saat ia diwawancara pada tahun 1998. "Baunya seperti sigung.. lembab dan kotor." 
Sampai akhir hayatnya pada tahun 2001, John tetap berpegang teguh pada ceritanya. 
Tahun 1970an itu juga ditandai dengan penampakan monster misterius lainnya. Kali ini berupa burung besar seperti Pterodactyl. Pada tahun 1971, burung semacam ini muncul dan terlihat di wilayah Bird Hill. Rentang sayap burung ini diperkirakan mencapai 2,5 hingga 3,5 meter. 
Pada tahun 1984, dua burung serupa konon terlihat sedang bertarung di udara.  Tidak ada yang tahu pasti burung jenis apa yang dilaporkan para saksi tersebut.
Peristiwa misterius lainnya yang terjadi di Bridgwater adalah dua kasus mutilasi ternak yang terjadi pada tahun 1998.
Kasus pertama adalah seekor sapi dewasa yang ditemukan termutilasi di dalam hutan. Sedangkan insiden lainnya adalah sekumpulan sapi yang ditemukan mati juga dengan tubuh termutilasi. Polisi menduga pembunuhan ini berkaitan dengan ritual satanic. 
Lalu, sama seperti kota-kota misterius lain di dunia, Bridgewater juga memiliki legenda mengenai hantu dan roh. 
Sejarah mengenai fenomena hantu di wilayah ini sudah bermula sejak berabad-abad yang lampau dengan kisah yang beragam. Namun yang paling terkenal adalah legenda mengenai penumpang berkepala merah di rute 44. Legenda ini dimulai sejak 1969 hingga tahun 1980an. 
Salah satu kisah yang paling terkenal adalah mengenai sepasang suami istri yang mobilnya mogok di malam hari. Sang suami lalu menyuruh istrinya diam di mobil sementara ia pergi mencari telepon. 
"Saya berharap menemukan sebuah rumah yang lampunya masih menyala."Kata sang suami. 
"Tiba-tiba, aku melihat seorang pria sedang duduk di pinggir jalan. Ia terlihat acak-acakan dengan rambut merah berantakan." 
Lalu ia menghampiri pria lusuh tersebut untuk menanyakan lokasi telepon terdekat. Pria misterius itu tidak menjawab. Ia kembali bertanya, lagi.. dan lagi. 
Masih tidak ada jawaban. Namun pria tersebut menyeringai. 
kemudian ia menanyakan apakah pria itu baik-baik saja. 
Tiba-tiba raut wajah pria lusuh tersebut berubah menjadi aneh. Ia berhenti menyeringai, lalu melipat bibirnya. Sang suami yang memperhatikan perubahan itu kemudian melihat matanya dan ia melihat sesuatu yang aneh.. sesuatu yang sangat salah. Bola mata tersebut seluruhnya berwarna putih!
Saat itu ia sudah mulai panik dan berlari dengan cepat kembali ke mobilnya diiringi tawa kencang pria misterius di belakangnya. Ia menoleh dan pria lusuh tersebut sudah hilang! 
Namun suara tawanya tetap menggema seakan-akan masih berada di belakangnya. 
Ketika sampai ke mobilnya, ia menemukan istrinya berdiri di samping mobil dengan wajah pucat pasi. Istrinya bercerita, sementara menunggu suaminya, ia menyalakan radio untuk mendengar musik ketika tiba-tiba siaran terputus. Lalu terdengar suara lirih pelan dari radio memanggil namanya dan kemudian... suara itu berubah menjadi tawa histeris!
Well readers, itu adalah cerita yang luar biasa.
Lalu apa yang menyebabkan wilayah ini menjadi begitu misterius? 
Chris Pittman, seorang peneliti paranormal yang telah meneliti Hockomock selama puluhan tahun, mengatakan bahwa rawa tersebut sesungguhnya berevolusi dari aktivitas glasial menuju ke penumpukan deposit alluvium hingga ke busuknya tanaman-tanaman di tempat itu sehingga membuatnya memiliki karakter tanah yang unik. Ini menyebabkan timbulnya anomali gravitasi yang memungkinkan munculnya hal-hal aneh dan misterius. 
"Di seluruh dunia, ada area-area yang memiliki vortex atau jendela dimana hukum gravitasi sepertinya tidak berjalan seperti yang dipahami oleh dunia nyata," Kata Pittman. "Walaupun memang tidak semua tempat ini dipenuhi aktivitas paranormal, saya sangat yakin kalau tempat dimana banyak laporan fenomena paranormal pastilah memiliki vortex dimana gravitasi tidak berlaku normal." 
Pittman memang belum mengalami hal-hal yang supranatural di rawa Hockomock, namun ia percaya kalau fenomena itu benar-benar ada. 
Christopher Balzano, yang mengepalai Massachusetts Paranormal Crossroads, juga mengaku punya jawaban atas anomali Bridgewater. 
Menurutnya ketika para pengungsi dari Inggris tiba dan berdiam di wilayah tersebut, terjadi konflik berdarah antara pihak pengungsi dengan suku asli. Kedua belah pihak melakukan pembunuhan sadis dan massal. Rawa Hockomock kemudian menjadi ladang pembantaian yang paling berdarah di Amerika. Ketika konflik berakhir, suku Wampanoag berada di pihak yang kalah. Tanah mereka diambil dan kebanyakan anggota mereka dibunuh. 
Balzano mengatakan,"Sebagian orang mengatakan bahwa roh-roh Wampanoag yang marah merupakan sebab terjadinya peristiwa paranormal di rawa. Ini cuma sebagian kecil dari penjelasannya. Namun saya akan berbicara lebih jauh. Saya rasa Vortex memang sudah ada di wilayah ini sebelum kedatangan pengungsi dan bahkan sebelum keberadaan suku asli. Vortex tersebut berkontribusi terhadap sadisnya konflik antara pengungsi Inggris dengan Wampanoag. Dan Vortex itu juga menyuburkan rasa sakit dan aura jahat di wilayah itu hingga hari ini."
Dengan kata lain.. misteri. 
Melihat seekor Bigfoot bercengkerama dengan alien, dinaungi sayap Pterodactyl dan diiringi suara tawa arwah penasaran.... That's my wildest dream..
referensi:


Rabu, 15 Mei 2013

Apakah Hitler mati di Indonesia? Analisa Foto dan Kesimpulan

Posted On Rabu, Mei 15, 2013 by Unknown 0 komentar

Hitler tewas pada tanggal 30 April 1945 di sebuah bunker di Jerman. Begitulah kisah resmi yang dipercayai oleh para sejarawan. Namun di Indonesia beredar sebuah rumor yang menyatakan bahwa Hitler tidak tewas pada tahun 1945. Ia berhasil melarikan diri ke Indonesia, menjadi dokter di Sumbawa dan meninggal di Surabaya pada tahun 1970. Benarkah demikian adanya? 
Mungkin sebagian besar dari kalian sudah pernah membaca kisah bagaimana Dr. Sosrohusodo berjumpa dengan seorang dokter bernama Poch yang kemudian diyakininya sebagai Hitler. Namun bagi yang belum pernah mendengarnya, berikut adalah kutipan dari Vivanews:
"Cerita ini berawal dari sebuat artikel di Harian Pikiran Rakyat pada tahun 1983. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo -- dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama 'Hope' di Sumbawa Besar.
Dia menceritakan pengalamannya bertemu dengan dokter tua asal Jerman bernama Poch di Pulau Sumbawa Besar tahun 1960. Poch adalah pimpinan sebuah rumah sakit terbesar di pulau tersebut. Klaim yang diajukan dr Sosrohusodo jadi polemik. Dia mengatakan dokter tua asal Jerman yang dia temui dan ajak bicara adalah Hitler di masa tuanya. Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa dokter tersebut tak bisa berjalan normal --- Dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan.
Kemudian, tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri dokter Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul. Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya -- yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun.
Menurut Sosrohusodo, dokter asal Jerman yang dia temui sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan. Keyakinan Sosro, bahwa dia bertemu Hitler dan Eva Braun, membuatnya makin tertarik membaca buku dan artikel soal Hitler. Kata dia, setiap melihat foto Hitler di masa jayanya, dia makin yakin bahwa Poch, dokter tua asal Jerman yang dia temui adalah Hitler.
Keyakinannya bertambah saat seorang keponakannya, pada 1980, memberinya buku biografi Adolf Hitler karangan Heinz Linge yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh Try Budi Satria. Dalam halaman 59 artikel itu diceritakan kondisi fisik Hitler di masa tua. "Sejumlah orang Jerman tahu Hitler menyeret kakinya saat berjalan, penglihatannya makin kabur, rambutnya tak lagi tumbuh. Kala perang makin berkecamuk dan Jerman terus dipukul kalah, Hitler menderita kelainan syaraf."
Saat membaca buku tersebut, Sosro makin yakin, sebab kondisi fisik yang sama dia temukan pada diri Poch. Dalam buku tersebut juga diceritakan tangan kiri Hitler selalu bergetar sejak pertempuran Stalingrad (1942 -1943) -- yang merupakan pukulan dahsyat bagi tentara Jerman. Sosro mengaku masih ingat beberapa percakapannya dengan Poch yang diduga adalah Hitler. Poch selalu memuji-muji Hitler. Dia juga mengatakan tak ada pembunuhan di Auschwitz, kamp konsentrasi yang diyakini sebagai lokasi pembantaian orang-orang Yahudi. "Saat saya bertanya soal kematian Hitler, dia mengatakan tak tahu.
Sebab, saat itu situasi di Berlin dalam keadaan chaos. Semua orang berusaha menyelamatkan diri masing-masing," kata Sosrohusodo, seperti dimuat laman Militariana. Sosro mengaku pernah memeriksa tangan kiri Poch yang selalu bergetar. Saat menanyakan kapan gejala ini mulai terjadi, Poch lalu bertanya pada istrinya yang lalu menjawab, "ini terjadi ketika Jerman kalah di pertempuran dekat Moskow. Saat itu Goebbels mengatakan padamu bahwa kau memukuli meja berkali-kali."
Goebbels yang disebut istri Poch diduga adalah Joseph Goebbe, menteri propaganda Jerman yang dikenal loyal dengan Hilter. Kata Sosro, istri Poch, yang diduga Eva Braun, beberapa kali memanggil suaminya 'Dolf', yang diduga kependekan dari Adolf Hitler. Usai membaca artikel-artikel tersebut, Sosro mengaku menghubungi Sumbawa Besar. Dari sana, dia memperoleh informasi dr Poch meninggal di Surabaya.
Poch meninggal pada 15 Januari 1970 pukul 19.30 di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya karena serangan jantung, dalam usia 81 tahun. Dia dimakamkan sehari kemudian di daerah Ngagel. Sementara istrinya yang asal Jerman pulang ke tanah airnya, Poch diketahui menikah lagi dengan wanita Sunda asal Bandung berinisial S. Dia diketahui tinggal di Babakan Ciamis. Setelah menutup mulut, S akhirnya memberi semua dokumen milik suaminya pada Sosro, termasuk foto perkawinan, surat izin mengemudi lengkap dengan sidik jari Poch.
Ada juga buku catatatan berisi nama-nama orang Jerman yang tinggal di beberapa negara, seperti Argentina, Italia, Pakistan, Afrika Selatan, dan Tibet. Juga beberapa tulisan tangan steno dalan bahasa Jerman Buku catatan Poch berisi dua kode, J.R. KepaD No.35637 dan 35638, kode simbol lelaki dan perempuan. "Ada kemungkinan buku catatatan dimiliki dua orang, Hitler dan Eva Braun," kata Sosro.
Ada juga tulisan yang diduga rute pelarian Hitler -- yakni B (Berlin), S (Salzburg), G (Graz), J (Jugoslavia), B (Belgrade), S (Sarajevo), R (Rome), sebelum dia ke Sumbawa Besar. Istri kedua Poch, S juga menceritakan suatu hari dia melihat suaminya mencukur kumis dengan gaya mirip Hitler. Ketika dia bertanya, suaminya menjawab, "jangan bilang siapa-siapa." Sosro mengaku tak ada maksud tersembunyi di balik pengakuannya. "Saya hanya ingin menunjukan Hitler meninggal di Indonesia," kata dia. Hingga saat ini apakah Hitler tewas di bunker, di Argentina, Brazil, atau Indonesia, belum bisa dipastikan. Kisah akhir hayat 'sang Fuhrer' terus jadi misteri."
Pada saat itu, teori Dr.Sosrohusodo mendapat perhatian cukup luas di media lokal. Bahkan beberapa media asing turut menayangkan pemberitaan ini. 
Ketika saya menjelajah internet untuk mencari publikasi media mengenai hal ini, agak mengherankan karena kebanyakan media tidak mencoba untuk mengelaborasinya lebih mendalam. Inilah salah satu sebab yang membuat saya memutuskan untuk memposting berita yang sudah cukup basi ini.
Baiklah, pertama, saya tahu, akan sangat sia-sia jika saya mencoba untuk mendebat argumen Dr.Sosrohusodo karena hal itu hanya akan menjadi debat teoritis yang jelas tidak akan ada ujungnya. Saya sendiri tidak pernah mewawancarai Dr.Sosrohusodo, jadi saya juga tidak bisa memahami lebih dalam dasar yang digunakannya untuk menarik kesimpulan. Namun, jika saya menggunakan reportase media saja, maka bukti yang diajukan Dr. Sosrohusodo saya anggap sangat lemah. 

Misalnya kutipan mengenai argumen Dr.Sosrohusodo.
"Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa dokter tersebut tak bisa berjalan normal --- Dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan. Kemudian, tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri dokter Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul. Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya -- yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun." 
(Notes: Hitler lahir tahun 1889 sehingga pada tahun 1960, ia memang berusia 71 tahun).
Bayangkan, kita bertemu dengan seorang Jerman tua, pincang,  tangan lemah, memiliki kumis seperti Charlie Chaplin, kepala gundul dan memiliki umur yang sama dengan Hitler. Lalu kita mengambil kesimpulan kalau orang ini pastilah Hitler. 

Jelas cara pengambilan kesimpulan seperti ini adalah sebuah fallacy.
Tetapi anggaplah kalau reportase media tidak secara lengkap menayangkan argumen Dr Sosrohusodo dan ternyata memang ia mengambil kesimpulan berdasar pengakuan Dr.Poch beserta bukti-bukti lainnya, maka dengan demikian, kita boleh beranggapan bahwa argumen Dr Sosrohusodo sudah tepat. 

Kalau begitu bagaimana kita bisa menilai kebenaran klaim ini?
Well, kita memiliki foto Dr.Poch. Cara yang paling gampang adalah membandingkan foto Hitler dengan foto Dr.Poch. Dan jika kita beruntung, kita bisa mematahkan atau membenarkan klaim Dr.Sosrohusodo.
Untuk awalnya, ini dia foto Dr.Poch yang diklaim sebagai Hitler bersama Istrinya yang berasal dari Indonesia.
Sedangkan foto berikut adalah Hitler sendiri.
Setelah melihat foto tersebut, mungkin kalian akan segera yakin kalau Dr.Poch bukanlah Hitler karena postur dan wajah yang tidak mirip. Satu-satunya kesamaan mungkin hanya kumisnya. Tapi tunggu dulu.. postur tubuh dan wajah seseorang bisa berubah seiring pertambahan usia atau seiring berkurang dan bertambahnya berat badan. Argumen seperti itu tidak bisa dipakai.
Kalau begitu argumen apa yang akan kita pakai?
Seperti yang saya katakan di atas, jika kita beruntung, maka kita bisa mengambil kesimpulan yang konkrit dari perbandingan foto ini. Dan saya rasa, kita beruntung kali ini. 
Pada awalnya, saya begitu takjub dengan kesamaan wajah antara Dr.Poch dengan Hitler sehingga saya hampir yakin kalau keduanya adalah orang yang sama. Jika kalian tidak percaya, lihatlah foto Hitler berikut ketika ia masih muda dan kurus, lalu bandingkan dengan foto Dr.Poch.
Hitler adalah pria di sebelah kanan yang berkumis tebal. Bukankah wajahnya sangat mirip dengan Dr.Poch?
Namun kemudian, saya menyadari satu hal. Ada perbedaan mendasar yang kemudian membuat saya meragukan kalau keduanya adalah orang yang sama.
Bentuk tubuh dan bahkan bentuk wajah bisa berubah jika kita bertambah tua, bertambah kurus atau bertambah gemuk, Tapi ada satu yang tidak akan berubah.Yaitu Lobule telinga atau Earlobe.
Dr.Poch dan Hitler memiliki Earlobe yang berbeda. 
Walaupun manusia memiliki banyak rupa daun telinga, namun untuk Earlobe, biasanya para ahli anatomi hanya membaginya menjadi dua bagian besar. Yaitu Free Earlobe dan Attached Earlobe. 
Hitler memiliki Free Earlobe sedangkan Dr.Poch memiliki Attached Earlobe. 

Attached Earlobe artinya ujung daun telinga langsung menyatu dengan sisi wajah kita. Sedangkan Free Earlobe, ujung daun telinga melengkung, menyisakan satu bagian yang "bebas".
Sekarang bandingkan Earlobe Hitler dan Dr.Poch.
Ini perbandingan satu lagi yang lebih jelas karena Dr.Poch terpotret dari samping. 
Apakah kalian bisa melihat perbedaannya sekarang?
Bahkan kalian bisa melihat kalau bentuk daun telinga kedua orang tersebut berbeda. Hal ini pun terlihat jelas ketika kita membandingkan foto Poch dengan Hitler yang masih kurus.

Artinya cuma satu. Dr.Poch bukan Hitler. 
Lalu, mungkin di antara kalian ada yang bertanya: "Apakah earlobe dapat berubah seiring bertambahnya usia?"
Jawabannya bisa. Namun justru dalam kasus Hitler Poch ini malah memperkuat dugaan kalau keduanya adalah orang berbeda.
Perubahan pada earlobe terjadi ketika kita bertambah tua. Ketika usia kita bertambah, terjadi pengurangan produksi kolagen di dalam tubuh sehingga elastisitas kulit berkurang. Akibatnya earlobe manusia akan menjadi bertambah kendur. Namun tidak pernah ada kasus Earlobe seseorang berubah dari Attached menjadi Free atau sebaliknya.
Jika Hitler bertambah tua, maka Free Earlobe yang dimilikinya JUSTRU akan bertambah kendur sehingga lengkungannya terlihat semakin jelas. Hal ini tidak bisa kita temukan pada telinga Dr.Poch.  
Kalian bisa melihat perubahan kekenduran earlobe pada aktor Man in Black, Tommy Lee Jones berikut ini. Bagian yang "bebas" dari earlobenya terlihat semakin "besar".
Berikut foto Obama sewaktu kecil dan dewasa. Ia memiliki Free Earlobe dan tidak berubah ketika ia dewasa.
Atau Jimmy Carter, mantan presiden Amerika Serikat. Ia memiliki memiliki Attached earlobe dan tetap demikian adanya ketika ia berusia lanjut.
  
Jadi, dengan metode yang sederhana ini, kita bisa menemukan sebuah lubang besar dalam klaim Dr.Sosrohusodo. 
Jawabannya: "Saya tidak tahu. Tapi yang saya pastikan adalah Dr.Poch bukan Hitler."


DAFTAR ISI

    HARDWARE


    SOFTWARE

HISTORY

TIPS & TRIK

TUTORIAL

GAMES

NINJA SAGA

JOKES

OTHER

UNIK

JARINGAN

NINJA SAGA

KNOWLEDGE

ISLAM

BLOG